Namanya biasa dan singkat, Sudarsono. Usianya juga sudah tegolong “veteran”. Tapi jiwanya bak singa. otaknya cerdas. Kemampuan retorika dan orasinya, terutama saat memimpin demo anti korupsi atau anti Zionisme atau saat melakukan advokasi dalam ruang pengadilan, benar-benar istimewa karena berpadu dengan power suaranya yang menggelegar.
Hampir seluruh pejabat teras dan wartawan serta aktivis di kota Jember mengenalnya. Dialah aktivis antikorupsi yang menolak tawaran 70 juta dari oknum pejabat Pemda Jember demi mengurungkan niatnya untuk membeberkan kasus korupsi.
Ketua sebuah LSM yang mengawasi Pemda Jember ini memang dikenal berani dan pantang suap. Karena itulah, mantan bupati, walikota dan beberapa pejabat amat geram terhadapnya. Ia menjadi ‘musuh bersama’.
Saat pertama menabuh genderang anti korupsi dan penyalahgunaan wewenang, banyak aktivis yang mendukungnya, hingga berhasil menjebloskan sejumlah koruptor ke hotel Prodeo. Tapi saat dia diserbu oleh para koruptor yang melakukan segala jenis rekayas untuk menghentikan langkah-langkahnya, Darsono ditinggalkan. Rakyat kecil, para buruh perkebunan tembakau dan kopi yang telah merasakan manfaat dari advokasinya tentu tidak bisa berbuat apa-apa.
Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here. Your rules text here.
Top Comments